10 Alasan yang sering di gunakan wanita untuk tidak berhijab. Apa saja itu?

https://4.bp.blogspot.com/-Wo2OEGpQQ4E/WIBhuHnJleI/AAAAAAAAA_M/MU-Dfctbgmcji5nefev1iU3eKLpb4GnLQCK4B/s72-c/berhijab-kok-malu.jpg click to zoom
Nama Produk 10 Alasan yang sering di gunakan wanita untuk tidak berhijab. Apa saja itu?
Stok Lihat disini
Ditambahkan 11:04:00 PM
Kategori Artikel
Harga @ Gamissethijab.com - Dr. Huwayda Ismaeel , dalam sebuah artikel, mengemukakan sepuluh alasan yang kerap digunakan wanita muslimah untuk ti...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review 10 Alasan yang sering di gunakan wanita untuk tidak berhijab. Apa saja itu?

@Gamissethijab.com - Dr. Huwayda Ismaeel, dalam sebuah artikel, mengemukakan sepuluh alasan yang kerap digunakan wanita muslimah untuk tidak segera berjilbab. Kesepuluh alasan tersebut akan saya jelaskan dengan singkat dan dengan gaya saya sendiri.


Pertama, “Saya belum benar-benar yakin akan fungsi atau kegunaan jilbab.” Kalau bilang alasan ini, apakah berarti dirinya tidak yakin dengan Islam? Astaghfirullah. Segeralah bertaubat saudariku.

Kedua, “Saya yakin jilbab penting. Tapi Ibu saya melarangnya. Kalau saya tidak menurut, nanti saya berdosa dan masuk neraka.” Saudariku, yakinlah, kalau kalian tidak menuruti perintah Allah untuk berjilbab, maka itulah yang menyebabkan kalian berdosa dan masuk neraka.

Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 15, “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikutikeduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik” Artinya, kepatuhan kepada Allah lebih diutamakan daripada kepatuhan kepada orangtua.


Sebaliknya, kepatuhan kita kepada orangtua sebetulnya merupakan bagian kepatuhan kita kepada Allah. Jadi kalau ada orangtua yang mengajak anaknya untuk melanggar syari’at Islam, maka kita tidak punya kewajiban untuk menurut. Hendaknya mereka yang mendapati kasus seperti ini melakukan komunikasi dari hati ke hati kepada orang tuanya agar mereka mengerti dan mendukung pilihan saudari untuk berjilbab.

Ketiga, “Posisi dan lingkungan saya tidak memungkinkan untuk saya berjilbab.” Saudariku, Allah berfirman dalam surat at-Thalaq ayat 2-3, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangkasangkanya.

Yakinlah saudariku, jika kita istiqomah kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi kita. Janganlah karena ketakutan kita tidak dapat pekerjaan menjadikan kita melanggar ketentuan Allah. Yakinlah, masih banyak pekerjaan yang lebih baik yang dapat menerima wanita-wanita yang berjilbab.

Keempat, “Udara di sekitar saya amatlah panas. Kalau pakai jilbab akan jadi tambah panas.” Saudariku, panasnya dunia masih belum seberapa. Yakinlah, neraka jauh lebih panas! Allah berfirman dalam surat at-Taubah ayat 81, “… Api neraka itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui.

Kelima, “Saya takut tidak istiqomah. Kalau hari ini berjilbab, suatu hari saya kuatir melepasnya kembali.” Kalau begini terus mikirnya, kapan pakai jilbabnya? Sudah, bismillah, pakai saja jilbabnya. Kalau kuatir melepasnya kembali, makanya minta perlindungan kepada Allah agar dikuatkan untuk selalu istiqomah dalam berjilbab. Ketakutan itu ada karena mungkin belum dirasakan. Kalau sudah pakai jilbab juga nanti akan terbiasa kok.


Keenam, “Kalau pakai jilbab, jodohku akan sulit. Jadi pakai jilbabnya kalau sudah menikah saja.” Sadarilah bahwa jilbab tidak mengurangi kecantikan kalian saudariku. Sebaliknya, jilbab membuat kalian semakin anggun dan elegan. Soal jodoh, itu urusan Allah. Allah sudah tetapkan jodoh di lauh mahfuz bagi setiap manusia sebelum terlahir. Selain itu, alasan ini adalah prasangka semata. Tidak ada bukti secara ilmiah jika wanita berjilbab akan sepi jodoh dan bagi mereka yang tidak berjilbab akan segera menemukan jodohnya. Ini hanya ketakutan yang mengada-ada!

Ketujuh, “Saya tidak berjilbab karena mensyukuri nikmat tubuh yang Allah berikan. Bukankah dalam surat ad-Dhuha ayat 11 kita mesti menampakkan rasa syukur itu?” Haduh, jelas ini pemikiran ngaco! Sungguh ini tidak benar adanya. Justru ketika diri kita bersyukur, hendaknya diri kita menjaganya dengan baik, bukannya mengumbarnya kepada yang bukan mahram kita. Maka dari itu, pahamilah Islam secara utuh, jangan setengah-setengah. Pesan saya, ngaji sama ustadzahnya yang rajin ya. Jangan suka bolos. Peace!

Kedelapan, “Saya tahu pakai jilbab itu wajib, tapi saya merasa belum dapat hidayah.” Saudariku, hidayah itu harusnya dicari, bukan ditunggu. Bagaimana Allah akan memberi hidayah, kalau ternyata kita tidak pernah bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. Jika demikian semakin jauhlah kita dari hidayah. Coba renungkan, kalau ternyata kita nunggu hidayah, eh sebelum hidayah itu datang, kita sudah keburu mati, gimana? Mati dalam kondisi tidak berjilbab! Na'udzubillah..!

Kesembilan, “Belum waktunya. Saya masih terlalu muda. Nanti saja kalau sudah besar atau sesudah naik haji.” Wah wah, semakin ada-ada saja alasannya. Sekali lagi, coba kalau sebelum jadi besar dan belum kesempatan naik haji, eh kita sudah dipanggil Allah. Wah, jadi berabe, kan?


Kesepuluh, “Saya takut kalau pakai jilbab nanti dicap sebagai golongan tertentu. Saya benci pengelompokkan?” Saudariku, jangan takut. Karena pengelompokkan di mata Allah hanya ada dua, yaitu hizbullah (kelompok yang patuh sama Allah) dan hizbusyaithan (kelompok yang patuh sama setan). Nah loh, mau kelompok yang mana? Kenapa harus takut pengelompokkan kalau pengelompokkan itu ternyata mengelompokkan diri kita sebagai orang yang baik dan dekat dengan Allah?

Allahu a’lam… Yuk.. Bagikan semoga bermanfaat untuk orang banyak...😊



*Disampaikan di Program Suara Rohani di Radio Suara Edukasi 26 Mei 2012. / https://deddysussantho.wordpress.com/2012/06/12/tunggu-apa-lagi-ayo-berjilbab/


Komentar