Penyebab anak bandel, tidak mau berhijab dan tidak nurut orang tua

https://1.bp.blogspot.com/-rBhhk0VjxKE/WEEtqpiTx7I/AAAAAAAAADo/OETg01XmRPYroSIoUu1q1XNCGlahUnrBACK4B/s72-c/yuk-berhijab-bersma.jpg click to zoom
Nama Produk Penyebab anak bandel, tidak mau berhijab dan tidak nurut orang tua
Stok Lihat disini
Ditambahkan 4:17:00 PM
Kategori Artikel
Harga @ GamisSetHijab.com – Anak merupakan buah hati, kebanggaan, kesayangan, harta, kebahagiaan, penerus keturunan dan penolong kelak di akhirat...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Penyebab anak bandel, tidak mau berhijab dan tidak nurut orang tua

@GamisSetHijab.com – Anak merupakan buah hati, kebanggaan, kesayangan, harta, kebahagiaan, penerus keturunan dan penolong kelak di akhirat kita. Patut kita syukuri selama ini kita telah di percaya Allah untuk menjaga titipanNya di pangkuan kita. Tak terbayang di luar sana banyak pasutri yang mengingin-inginkan kehadiran walaupun seorang anak di keluarganya. Menangis-nangis di hadapan Allah, tiap malam tidak tidur, malu di ejek teman, malu sama tetangga, malu sama suami, malu sama orang tua, sedih. Ternyata Allah berencana lain. Sedih ya.. Pasti sedih banget..


Namun beda sama keadaan ukhty saat ini, di berikan rezeki yang tak terhingga seorang anak yang merupakan investasi akhirat, penolong kita di akhirat dan kebanggaan kita sebagai orang berkeluarga. Nah maka dari itu, selayaknya kita menjaga anak kita, mendidik dan mengajarkan ajaran yang baik yaitu nilai nilai agama islam kepada mereka. Kenapa harus nilai islam? Ya karena kita beragama islam, tidak mungkin kita ajarkan agama lain.. hehehe Ngawur aja..!

Secara fisik kita menurunkan gen yaitu sifat-sifat dan bentuk fisik kita. Selain fisik, ada namanya rohani. Rohani ini masih kosong, karena masih bayi maka seharusnya kita menurunkan sifat rohani kita kedalam rohani anak kita. Yaitu nilai nilai agama kepada mereka. Kenapa? Karena anak yang masih bayi itu kosong seperti gelas yang tidak ada isinya. Maka di isi dengan air yang baik baik agar kelak besar menjadi orang yang baik pula, membanggakan kita dan membahagiakan kita sendiri. Bukan sebaliknya....

Mengisi sifat-sifat rohani kepada seorag anak ini harus sangat di perhatikan. Karena berakibat fatal terhadap dirinya sendiri kelak ketika dewasa. Seseorang sangat di pengaruhi dari segi rohani. Sementara fisiknya itu mengikutinya. Jika rohaninya di isi yang baik baik, maka fisiknya juga akan berbuat yang baik baik. Sebaliknya jika rohaninya di isi yang tidak baik, fisiknya juga berlaku tidak baik.

Nah apakah ini yang menimpa kamu saat ini? Anak kamu tidak mau berhijab? Tidak mau menutup aurat? Tidak mau nurut sama orang tua?

Jika itu yang terjadi pada anak kamu… Ada beberapa cara mengatasinya. Namun sebelum masuk ke situ, sebaiknya cari tahu dulu penyebanya. Kalau tidak tahu penyebabnya bagimana bisa tahu solusinya? Bukan begitu ukhty? Oke langsung saja berikut penyebab anak menjadi tidak taat kepada orang tua dan sering melawan!

1)    Karena kita juga bandel

Sedikit atau banyak sikap rohani kita juga akan tertransfer ke anak melalui gen. Maksudnya ketika kita memiliki sifat sifat buruk dahulunya mungkin waktu masih seusia dia (anak) bandel sama orang tua kita, maka sifat itulah yang terwariskan pada anak kamu saat ini. Maka yang di salahkan bukan anak mu tetapi dirimu sendiri.


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah baca soal seperti ini, bahwasanya ada seorang ibu yang memiliki anak perempuan. Dia menginginkan sekali anaknya tersebut berhijab, menutup aurat. Tetapi anaknya tidak mau. Sangat susah sekali menyuruhnya berhijab, sampai kesal dan pusing sendiri. Ternyata dia menyadari waktu mudanya juga seperti itu. Nakal (tidak menutup aurat), namun telah bertaubat setelah menikah. Jadi sifat itulah yang terwariskan ke anaknya.

Kesimpulannya, apa yang kita lakukan saat ini mencerminkan apa yang akan di lakukan oleh anak keturunan kita kelak. Begitulah kenyataannya….

Jika ukhty yang baca ini belum punya anak atau masih remaja, mulai dari sekarang, berubahlah, mulai dari sikap, sifat dan prilaku kamu saat ini. Lakukan segera jika memang ingin keturunan kamu melakukan seperti yang kamu harapkan kelak!

2)    Karena tidak di didik

Nah ini yang salah, salahnya sangat fatal. Coba bayangkan bagaimana cara menghasilkan buah semangka yang bagus, manis dan lezat sementara kita tidak merawatnya?? Ya tumbuh ala kadarnya mengikuti seperti yang ada di lingkungannya. Jika lingkungannya bagus, tanahnya subur, banyak zat zat yang di butuhkan terpenuhi bisa menjadi buah semangka yang bagus, manis dan lebat buahnya. Tetapi bila sekitarnya tanahnya tandus, tidak ada air, tidak ada nutrisi dll. Bisa anda bayangkan sendiri bakal seperti apa buahnya??

Itulah ukhty, perumpamaannya. Jika kita tidak mendidik anak kita lalu berharap anak kita mau mengikuti kita, bagaimana mungkin? Orang tua adalah guru yang paling pertama, utama, number wahid yang wajib mengajarkan anak dengan baik. Ukhty sekolah tinggi tinggi, kuliah, sarjana s1 s2 s3 tetapi anak di lantarkan begitu saja. Buat siapa ilmu tersebut? Apa buat orang lain sementara anak di lantarkan begitu saja? Biar dia mencari sendiri?


Kita punya ilmu yang paling utama adalah untuk diri kita sendiri dulu, setelah itu ke keluarga kita terutama anak anak kita. Kita menginginkan anak kita menjadi baik seperti kita inginkan maka berilah ilmu yang baik, ajarkan yang baik. Seperti menanam semangka, apa yang kita tanam itulah yang akan berbuah, menaman mah gampang, tapi merawat? Merawat tanaman semangka seperti memberi pupuk, air yang cukup, tanah yang subur itu termasuk menanam yang baik ke dalam tanaman semangka.

Nah kesimpulannya apa yang kita tanam saat ini itulah yang akan berbuah kelak. Kita menanamkan kebaikan maka kebaikan itu yang akan berbuah.

Lalu selama ini apa yang sudah ukhty tanam di benak anak ukhty sendiri? Nah yang salah siapa? Kita sendiri.. oke engga apa apa, namanya juga kan belajar kan ya ukht, yang masih punya anak pertama anggap sebagai pelajaran, tapi jangan terjadi pada anak yang kedua ya. hehehehe 😂

Yang belum punya anak, sabar aja dulu, belajar dari sini aja hehehe

3)    Karena salah mendidik

Ini juga sering terjadi dalam lingkungan kita sendiri. Salah mendidik, mungkin tidak pernah terbesit dalam pikiran. Selama ini merasa bahwa apa yang telah di ajarkan kepada anak itu sudah baik dan benar. Tetapi hasil akhirnya belum memuaskan atau tidak seperti yang diharapkan. Nah ini juga masalah ya ukht?

Pertanyaannya kenapa kok kita bisa salah mendidik? Kan saat mendidik kita berikan yang baik baik saja bukan yang buruk. Yup benar sekali ukht. Kita merasa sudah benar kita mendidik. Tetapi kita tidak sadar akan kesalahan yang kita lakukan. Itulah perlunya teguran orang lain pada kita agar tidak salah langkah. Jika di nasehati orang tua kita dengarkan, karena mereka menilai kita.


Kita mendidik bukan hanya seperti di sekolah. Di rumah kita mengajarkan secara 4 mata; “Nak kamu tidak boleh begini, kamu harus begini, kamu baca ini, sama rasulullah kita itu harus begini, nanti sama tetangga itu begini, tidak boleh melawan orang tua, kita itu harus menghormati orang tua, kalau ada orang sakit bacanya begini, kalau mau makan doanya gini bla bla bla” dan seterusnya…

Itulah yang terfikir kan oleh kita cara mendidiknya. Sebenarnya bukan hanya itu saja.. tetapi mendidik yang sebenarnya itu adalah memberikan contoh yang baik kepada anak. Anak akan meniru kita seperti apa yang ia lihat dari yang kita buat. Langsung praktek. Coba bayangkan misalnya saat marah dengan suami, marahnya di depan anak nah itu juga secara tidak langsung mengajarkan kepada anak. Mau marah sama suami, ya itu terserah kamu dan itu kan urusan kamu. Tetapi jangan didepan anak. Kadang karena sudah emosional tidak bisa di hentikan akhirnya terlepas begitu saja secara spontan. Itu hanya contoh saja ya. Mudah mudahan tidak ada yang marah sama suaminya ya hehehe 😁

Contoh kedua misalnya kamu ajak anak menonton hiburan selama istirahat malam hari. Misalnya menonton tayangan tayangan sinetron sampai ukhty sangat tergila gila dengan sinetron tersebut. Bahkan remot tv ukhty simpan biar tidak ada yang mengalihkan. Di samping kamu ada anak juga menonton. Sedikit atau banyak, nilai nilai moral yang ada dalam tayangan tv tersebut dapat masuk ke diri anak kita sendiri.

Banyak saat ini sinetron percintaan, pacaran, ftv, peluk pelukan, cium ciuman dll bukan kah itu juga salah satu penyebab rusaknya moral dalam diri anak kita? Belum lagi berita berita negative seperti, pemerkosaan, pelecehan, selinguhan, pembunuhan dan lain masih banyak juga. Terus bagaimana kalau mau nonton? Ya tonton yang baik, misalnya acara inspiratif yang bagus, memberi ilmu, nasehat, memotivasi dll. Contohnya seperti ceramah, tausiah, khazanah, on the spot, kick andy, MTGW, upin ipin juga bagus 😉 dari pada sinetron hehehe.

Bukan hanya itu saja.. tetapi yang lainnya masih banyak.. seperti saat ini adalah sosial media, facebook, twitter, ig dan lain lain. Lingkungan, warnet, pergaulan, situs web dan game juga termasuk. Di situ banyak sekali tulisan tulisan yang menjerumuskan, gambar-gambar yang tak senonoh dan tayangan video yang kurang bermoral beredar bebas tanpa batas. Selama ukhty tidak melarangnya selama itu ia terbiasa dengan hal-hal buruk tersebut. ya kelak dewasa ukhty yang akan menuai hasilnya. Nah sebelum menuai yang salah perbaiki dari sekarang. Kuncinya di hanphone dan koneksi internet anak kamu


Kesalahan lainnya adalah terlalu menyayangi anak, tidak mau memarahi sehingga anak menjadi sangat manja. Sangking sayangnya rela belikan apapun yang di minta anak. Bukan tidak boleh kita memberikan keinginan anak. Tetapi berikan sebatas yang wajar saja. lalu ketika melakukan salah, jangan tunda untuk memarahinya karena dengan di marahi akan tertanam di pikiran anak sehingga ia tidak mengulanginya kembali.

Sementara jika ukhty tidak memarahinya, itu sama saja ukhty membiarkan anak menajadi bodoh dan mental menjadi tidak kuat. Di luar sana ketika kelak dewasa, sekolah jauh. Mental harus kuat, dan siap ketika mendapat teguran dan sanksi dari pihak sekolah atau pesantren. Jika cengeng karena ukhty manja, yah engga jadi deh alias gagal sekolahnya hehehe. Pulang kampung... 😱 ups. Jangan sampai terjadi lah ya… hehehe

4)    Karena di kasi makan harta haram

Lha ini yang menjadi biang keladinya.. Ukhty ingat kembali harta yang kita dapat, yang kita makan, yang kita pakai, yang kita tempati saat ini. Koreksi, pikirkan, intropeksi apakah rezeki yang kita dapat tersebut dari sumber yang baik dan halal yang seperti Allah dan rasul ajarkan. Jangan pula gara gara harta ini rumah tangga, anak, istri semua berantakan.

Ini fakta yang terjadi di masyarakat. Orang orang tidak lagi memikirkan harta haram dan halal saat bekerja. Yang penting dapat duit, bisa makan dan hidup beres. Pemikiran yang salah, dan sesat. Rezeki itu harusnya kita pikirkan dalam-dalam karena ini untuk keberlangsungan hidup kita sendiri, keluarga, suami, anak dan istri. Dan dengan rezeki kita juga beribadah, berinfak dan bersedekah. Bagaimana jika selama ini bersedekah dengan uang haram?

Hati-hati dengan tawaran bisnis yang instan, hukumnya belum jelas, riba, dan bunga. Yang punya usaha, tapi dari mengembangkan uang dari bank, jelas ya itu kan riba. Ya pastinya haram. Termasuk yang kredit KPR dengan bank konvensional. Membayar kredit bulanan rutin itu juga tidak boleh karena riba. Dan lain lain. Boleh kita berbisnis, tetapi bisnis yang sesuai dengan syariat islam dan jelas halalnya.


Jangan bisnis karena ikut ikutan dan tidak tahu hukumnya. Ya mungkin saat ini belum dapat efectnya tetapi lain waktu, di masa depan yang kita tidak pernah tahu, belum tentu kita akan bisa seperti saat ini. Jangan pula berfikir ingin mendapatkan keuntungan sesaat namun mengorbankan masa depan. Ya kalo begitu yang terjadi kita boleh ketawa sekarang, orang lain kita sepelekan. Suatu saat kita menangis. Sementara orang yang kita sepelekan naik pangkatnya.. hmmzz sedih kan…😭

Belum lagi keluarga, anak dan lain lain seperti hutang, kredit, belanja, numpuk! Akhirnya hidup menjadi sulit dan seret, kebanyaan dosanya akibat makan uang haram. Itulah mulai dari sekarang.. sebelum terlambat.. perbaiki dulu. Jika anak tidak nurut gara gara ini, perbaiki dulu sumbernya baru bisa berbaiki anak.

5)    Kesalahan saat berhubungan

Ini juga factor penting yang harus di perhatikan. Jika kita menanam benih tentu benih yang unggul, paling bagus, paling mahal yang kita tanam. Bukan begitu ukhty? Ya berharap hasilnya juga akan bagus, setidaknya jika ada yang tidak bagus itu setara dengan buah kualitas standar atau masih layak jual. Namun benih yang bagus saja tidak cukup. Benih bagus sama sekali tidak menjamin menghasilkan buah yang bagus jika tidak dirawat dengan baik. Atau cara menanamnya yang salah. Kalau nanamnya salah tidak sesuai petunjuk hasil akhirnya juga akan tidak sempurna.. right?

Begitu pula dengan menanam benih di dalam rahim. Jika salah cara nanamnya juga hasilnya tidak sempurna. Kita dalam islam sangat lengkap diajarkan cara hidup dan berkehidupan di bumi. Tinggal kita baca dan praktekkan. Petunjuk itu ibarat buku paduan lah seperti ukhty beli mesin cuci baru buka sampul. Begitu... Kalau tidak di baca emang bisa meggunakan mesin cuci tersebut? ya paling coba coba putar sana putar sini akhirnya salah putar malah konslet, rusak deh hehehe.. Haduh kacau..!😂


Naahhh gitu ukht, kita perlu baca paduan sebelum bercocok tanam. Jangan asal tanam aja, nanti hasilnya malah tidak bagus, sayang menanam benih disini lama lho, 9 bulan belum lagi merawatnya.. humzzz bertahun-tahun lamanya. Tapi hasilnya eh malah mengecewakan. Tidak menolong kita ketika kelak di akhirat tapi malah menyusahkan? Kan sedih ya ukht? 😢

Nah apa sih yang salah dalam berjima’? Disini yang salah bukan benihnya, kalau benihnya bagus, terbentuknya alami dan natural. Tetapi cara menanamnya yang salah.. Dalam islam ketika menjalankan hubungan pasutri tidak boleh telanjang bulat di atas kasur atau bed. Tetapi harus di tutupi dengan selimut dan tertutup rapat.

Jika dilakukan maka akan ada yang ikut melakukan hub juga yaitu syaitan yang melihat saat itu. maka akan tercampur benih manusia dan benih syaitan menjadi satu dan berbuah di dalam rahim. Hasil akhirnya itulah tidak bagus, anak menjadi tidak malu ketika auratnya terbuka di depan orang ramai, lalu termasuk juga suka melawan orang tua, tidak suka kebenaran dan lain lain. So hati hati ya ukhty..

Sebelum mengakhiri artikel ini saya mau bagikan ebook khusus untuk kamu pasutri yang hendak ingin melakukan jima’ dengan baik dan benar. Bacalah ebook ini dengan pelan pelan. Bisa di baca lewat smartphone atau pc dan laptop. Mudah mudahan bisa bermanfaat.. Download disini gratis 😍

Selanjutnyam, jangan lupa baca kelanjutan artikel yang ini ya ukhty. Cara mengatasi anak bandel, tidak mau berhijab dan suka melawan orang tua

Terimakasih ukhty sudah membaca artikel ini.. Semoga ada manfaatnya dan dapat memberikan info yang baik. Lebih dan kurangnya mohon maaf sekian.. – Koleksi gamis set jilbab terbaru disini, Lihat katalog www.gamissethijab.com/katalog



Komentar